Jumat, 26 November 2010

Motor Wankel



motor wankel bekerja dengan siklus termodinamika yang sama dengan motor bakar torak konvensional. jadi, fluida kerja mengalami proses isap, kompresi, expansi dan buang.

Ruang pembakaran pada motor wankel lebih menyerupai elips dan piston yang terdapat pada motor bakar pada umumnya digantikan dengan rotor yang menyerupai segitiga. Putaran rotor ini langsung disambungkan ke poros penggerak sehingga putaran motor akan sangat efisien dibandingkan dengan putaran motor lain pada umumnya dikarenakan tidak ada perubahan gerak lurus menjadi gerak putar seperti pada motor lain



Langkah kerja motor Wankel :
Langkah Hisap
Perputaran rotor yang menyerupai segitiga mengakibatkan terjadinya penghisapan udara dan bahan bakar dari saluran masuk, kemudian rotor terus berputar sehingga sudut segitiga rotor yang lain akan melakukan pemampatan pada udara dan bahan bakar yang telah terhisap sekaligus melakukan langkah hisap di sisi yang lain.
Langkah Kompresi
Putaran rotor terus berlanjut sehingga udara dan bahan bakar yang telah terhisap dimampatkan pada ruang pembakaran yang menyempit pada dinding ruang pembakaran. Setelah mencapai titik kompresi maksimum, busi memercikan api sehingga membakar campuran udara dan bahan bakar. Sehingga panas yang dihasilkan menimbulkan tekanan yang tinggi.
Langkah Ekspansi
Tekanan yang tinggi mendorong rotor sehingga berputar dan menggerakan poros kemudi (Drive Shaft) yang diteruskan ke system gearbox transmisi. Kemudian dari system transmisi disesuaikan sehingga menimbulkan putaran yang menggerakan roda sesuai putaran yang dikehendaki.
Langkah Buang
Sisa pembakaran berupa gas buang terdorong keluar oleh putaran roda melalui saluran buang, langkah ini berlangsung terus sehingga mengakibatkan gerak putar yang berlanjut terus menerus.
didalam rotor terdapat soda gigi sehingga rotor dapat memutar poros daya. namun demikian pusat putaran rotor tidak berimpit dengan sumbu poros daya yang berputar dengan kecepatan tiga kali kecepatan putaran rotor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar